AC inverter VS AC non inverter
Saya dan engpocket buat post ini untuk membantu sobat semua yang bingung memilih antara AC inverter atau ac standard?
Sebelum memilih type ac yang hendak anda beli, jika ingin menghitung seberapa besar kapasitas AC (PK) yang anda butuhkan dengan menyesuaikan ukuran ruangan, team engpocket menyediakan kalkulator ac-nya, silahkan klik link ini untuk menggunakannya.
Kalkulator estimasi biaya listrik AC
Apa Itu AC Non Inverter? Si murah tapi boros
AC Non-Inverter atau bahasa sehari-harinya ac standard adalah jenis ac yang paling umum digunakan di Indonesia, terlebih sebelum terciptanya ac inverter. Prinsip kerjanya sangat sederhana, yaiutu on (nyala) dan off (mati). Kompresor pada AC non inverter berputar pada kecepatan tetap (fixed). Ac non inverter tidak memiliki kemampuan untuk memperlambat atau mempercepat mesinnya.
Saat ruangan panas, kompresor akan menyala dan bekerja penuh (on) dengan kecepatan maksimal untuk mendinginkan ruangan.
Saat suhu ruangan tercapai, termostat mendeteksi suhu ruangan sudah sesuai settingan di remote ac misalnya 24°C, maka kompresor akan mati total (off). Hanya kipas indoor saja yang berputar.
Saat suhu ruangan kembali memanas, kompresor akan kembali hidup kembali dengan kekuatan maksimal seperti alur pertama (on).
Coba sobat engpocket bayangkan anda mengemudikan mobil di jalanan yang kondisinya macet. Anda menginjak gas sampai maksimal hanya untuk jalan sekian pendek meter, lalu mengerem mendadak sampai berhenti total. Terus berulang seperti itu. Efeknya, bensin akan boros, mesin cepat panas dan tarikan serta perhentian mobil terasa menyentak dan mendadak.
Ini yang menyebabkan setiap tarikan listrik awal ac non inverter sangat tinggi dan terjadi terus berulang.
Ciri utama pemakaian ac non inverter:
1. Komponen lebih sederhana dan biaya perbaikan murah.
2. Listrik melonjak tinggi setiap kali kompresor menyala pada saat tarikan awal.
3. Suhu ruangan cenderung bisa terasa dingin sekali, lalu terasa panas sekali.
4. Harga unit lebih murah
Apa Itu AC Inverter? Yang biasa dijuluki si hemat tapi sering menjebak
AC Inverter adalah teknologi ac terbaru yang dilengkapi dengan komponen pintar bernama Mikrokontroler dan VFD (Variable Frequency Drive) atau orang lapangan HVAC sering sebut dengan VSD (Variable Speed Drive). Teknologi ini memungkinkan kompresor bekerja fleksibel sesuai dengan kebutuhan pendinginan.
Berbeda dengan non inverter, kompresor ac Inverter tidak pernah mati saat AC dinyalakan, melainkan hanya mengubah kecepatan putarannya.
Saat baru dinyalakan, kompresor bekerja ekstra cepat dengan beban kerja lebih dari 100% untuk mendinginkan ruangan secepat mungkin (Fast Cooling).
Saat suhu ruangan tercapai, kompresor tidak mati, melainkan melambat secara otomatis, contohnya turun ke kapasitas 10% atau 20% atau 30%. Logika mesin adalah tetap berputar pelan untuk sekadar menjaga suhu agar tidak naik lagi.
Karena tidak ada proses mati nyala, maka tidak ada lonjakan listrik dan tarikan awal berulang seperti yang terjadi pada ac non inverter.
Analogi sederhananya, bayangkan anda mengemudikan mobil di jalan tol yang lancar. Anda menginjak gas perlahan sampai kecepatan 80 km/jam, lalu Anda menahan pedal gas tipis-tipis hanya untuk menjaga kecepatan agar tetap stabil.
Efeknya, bensin sangat irit, mesin halus, dan perjalanan nyaman tanpa sentakan. Ini juga yang terjadi pada listrik ac inverter
Ciri utama pemakaian ac inverter:
1. Bisa hemat listrik 30% – 50% karena tidak ada tarikan awal berulang.
2. Suhu ruangan sangat stabil.
3. Suara mesin outdoor tidak berisik.
4. Pemakaian daya listrik (Watt) yang fleksibel, bahkan bisa sangat rendah saat suhu sudah stabil.
5. Harga unit lebih mahal
Jadi, ac inverter dan non inverter punya keunggulannya masing-masing.

Berikut adalah tabel perbandingan ac Inverter vs ac non inverter
Tabel perbandingan ac Inverter vs ac non inverter
| Parameter | AC Non Inverter | AC Inverter |
| Konsumsi Listrik | Boros setiap tarikan awal | Hemat 30% – 50% |
| Harga Unit Baru | Murah | Mahal, bisa selisih Rp 500rb – Rp 1,5 Juta |
| Sensasi Dingin | Bisa sangat dingin dan sangat panas | Tidak ada sensasi ekstrem |
| Kestabilan Suhu | Fluktuatif | Suhu stabil |
| Ketahanan Listrik | Tahan terhadap tegangan listrik yang naik turun | Modul PCB sensitif dan mudah rusak jika tegangan tidak stabil. |
| Biaya Perawatan | Mudah dan murah, spare part mudah dicari dan mudah dipasang oleh teknisi biasa | Mahal, karena harga PCB/Modul DC mahal, dan butuh teknisi khusus. |
| Suara Mesin | Berisik | Hening |
Kesimpulan: Mana yang Harus Saya Pilih?
Jawabannya tergantung pada gaya hidup dan kondisi ruangan anda, bukan sekadar mana yang lebih canggih.
✅ PILIH AC INVERTER JIKA:
- Anda menggunakan ruangan tertutup dalam artian pintu jarang terbuka dan sedikit bocoran udara.
- Durasa ac menyala lebih dari 8 jam sehari
- Tidak suka ada suara berisik.
- Anda siap membayar mahal di awal dan untuk perbaikan atau service dengan pertimbangan penghematan jangka panjang.
✅ PILIH AC NON-INVERTER (STANDARD) JIKA:
- Dipasang di ruangan yang pintu sering terbuka tutup dan banyak bocoran udara. Inverter akan boros di sini karena kompresornya tidak akan pernah bisa istirahat.
- Durasi menyala kurang dari 4 jam sehari
- Budget terbatas.
- Suka kondisi dingin ekstrem.