Rumus Menghitung Ukuran MCB 3 Phase, MCB 1 Phase dan Voltage Drop

Kalkulator Untuk Menghitung Ukuran MCB 3 Phase dan MCB 1 Phase

MCB 3 Phase dan MCB 1 Phase adalah hal yang kritikal untuk dihitung. Sebelum masuk ke penjelasan dan rumus manualnya, silahkan sobat Engpocket coba dulu kalkulatornya.

⚡ Master Kalkulator MCB

Hitung Akurat Kapasitas Ampere (1 Phase & 3 Phase)

*Masukkan daya total dari PLN atau Genset (dalam nilai VA).
Detail Perhitungan Arus Murni: Hasil = 0 Ampere
Rekomendasi Kapasitas MCB

Apa Itu MCB 3 Phase

MCB 3 Phase adalah alat pengaman listrik yang memiliki 3 kutub dan bekerja secara bersamaan. Jika salah satu fasa mengalami gangguan (konslet atau beban lebih), maka ketiga kutub akan trip / turun / bahasa orang awam jeglek atau jepret secara bersamaan untuk memutus seluruh aliran listrik untuk safety.

ukuran mcb 3 phase

Apa Itu MCB 1 Phase

MCB 1 Phase atau yang sering juga disebut MCB 1 Pole, adalah sakelar pengaman otomatis yang dirancang khusus untuk memutus aliran listrik pada sistem 1 fasa (tegangan standar PLN perumahan, yaitu 220 Volt).

Perbedaan MCB 3 Phase dan MCB 1 Phase

Berbeda dengan MCB 1 Phase yang biasa ada di rumah, MCB 3 Phase digunakan untuk instalasi dengan daya yang lebih besar seperti ruko, perkantoran, industri, pabrik, gedung tinggi, atau mungkin rumah mewah.

Mengapa Menggunakan Tegangan 380 Volt dan 220 Volt?

MCB 1 Phase mengggunakan tegangan 220 Volt. Tegangan 220 V adalah tegangan fasa dan netral. Jika kalian mengukur salah satu kabel fasa (R, S, atau T) dengan kabel Netral (N), hasilnya tetap akan 220 Volt.

Sedangkan MCB 3 Phase menggunakan tegangan 380 Volt. Tegangan 380 Volt adalah tegangan fasa – fasa. Jika kalian mengukur antar kabel fasa (contoh kabel R dengan kabel S), maka tegangannya adalah 380 Volt.

Rumus Menghitung Ukuran MCB 3 Phase dan MCB 1 Phase

💡 Membedah Rumus Perhitungan MCB

Bagi Sobat EngPocket yang penasaran dari mana kalkulator di atas mendapatkan angkanya, ini adalah rahasia dapur engineering-nya. Menghitung ukuran Ampere pada MCB sebenarnya mengacu pada rumus dasar daya listrik, namun dengan sedikit perbedaan antara sistem 1 Phase dan 3 Phase.

🔌 Rumus MCB 1 Phase (Listrik 220V)

Untuk listrik standar perumahan, perhitungannya sangat lurus. Kita cukup membagi total daya (VA) dengan tegangan standar Indonesia, yaitu 220 Volt.

Ampere = Total Daya (VA) ÷ 220

*Contoh: Listrik rumah 1300 VA.
Arus = 1300 ÷ 220 = 5,9 Ampere. (Maka gunakan MCB 6A).

🏭 Rumus MCB 3 Phase (Listrik 380V)

Untuk listrik industri atau bisnis daya besar, sistem menggunakan 3 kabel fasa. Oleh karena itu, tegangannya (380 Volt) harus dikalikan dahulu dengan Akar 3 (√3 = 1,732). Hasil perkaliannya adalah angka sakti 658.

Ampere = Total Daya (VA) ÷ 658

*Contoh: Listrik ruko 10.500 VA.
Arus = 10500 ÷ 658 = 15,95 Ampere. (Maka gunakan MCB 16A 3 Pole).

⚠️ Aturan Emas Pemilihan MCB:
Hasil dari rumus di atas adalah “Arus Murni”. Di lapangan, Anda tidak akan menemukan MCB dengan angka keriting seperti 5,9A atau 15,95A. Anda wajib membulatkan angka tersebut ke atas mengikuti ukuran standar MCB yang ada di pasaran (seperti 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, dst).

Contoh Kasus Menghitung Ukuran MCB

🏭 Contoh Soal MCB 3 Phase
Sebuah bengkel memiliki mesin bubut dan las dengan total konsumsi daya 23.000 Watt. Pemilik bengkel ingin memasang MCB untuk jalur mesin-mesin tersebut agar tidak mengganggu properti kelistrikan yang lain jika terjadi masalah. Berapa ukuran MCB 3 Phase yang dibutuhkan?
Karena ini adalah listrik 3 Phase (380V), kita gunakan angka pembagi 658: Arus (A) = 23.000 ÷ 658 Arus (A) = 34,95 Ampere
Kesimpulan: Ukuran arus murni adalah 34,95A. Karena tidak ada MCB ukuran tersebut, maka dibulatkan ke atas sesuai ukuran pasaran. Pemilik bengkel membutuhkan MCB 3 Phase (3 Pole) dengan kapasitas 40 Ampere.
🏠 Contoh Soal MCB 1 Phase
Bos EngPocket ingin memasang AC 1 PK dengan daya 840 Watt dan ingin memasang MCB khusus untuk AC tersebut agar aman dan sebagai safety tambahan. Ukuran MCB listrik yang harus dipasangkan di AC ini berapa? Tegangannya yaitu 220 V.
Karena ini listrik 1 Phase (220V), rumusnya dibagi langsung dengan tegangan: Arus (A) = 840 ÷ 220 Arus (A) = 3,81 Ampere
Kesimpulan: Arus yang mengalir pada AC tersebut adalah 3,81A. Maka, Bos EngPocket perlu memasangkan MCB 1 Phase (1 Pole) dengan ukuran standar 4 Ampere (atau 6 Ampere sebagai toleransi tarikan awal kompresor).

Bahaya Urutan Fasa Terbalik (Phase Sequence)

Di listrik 1 phase, terbalik memasang kabel fasa dan netral mungkin alat tetap menyala (meski tidak safety). Tapi di dunia 3 phase, urutan pemasangan kabel R, S, dan T adalah harga mati, terutama jika beban sobat adalah motor listrik, pompa, atau kompresor AC central.

Jika urutan kabel terbalik (misal R tertukar dengan S), maka putaran motor listrik akan berbalik arah. Bayangkan scroll compressor pada ac gedung yang berputar terbalik, alat seharga puluhan juta bisa rusak dalam hitungan detik, atau pompa air yang seharusnya menyedot malah meniup.

Oleh karena itu, teknisi Engpocket selalu menggunakan alat phase sequence indicator atau rotation tester sebelum menyalakan mesin berbasis 3 phase untuk pertama kalinya.

Kode Warna Kabel yang Tidak Boleh Ditawar

Karena kabelnya banyak, disiplin warna kabel di instalasi 3 phase dan 1 phase sangat krusial demi keselamatan nyawa. Sesuai standar puil (persyaratan umum instalasi listrik) terbaru, sobat tidak boleh asal pakai warna hitam untuk semua kabel.

Standar warna yang umum dipakai adalah:

  • Fasa R (l1): merah (standar lama) atau cokelat (standar baru).
  • Fasa S (l2): kuning (standar lama) atau hitam (standar baru).
  • Fasa T (l3): hitam (standar lama) atau abu-abu (standar baru).
  • Netral (n): wajib biru.
  • Grounding (pe): wajib kuning-hijau.

Jika sobat sembarangan memberi warna, teknisi yang datang servis di masa depan bisa celaka. Bayangkan jika mereka mengira kabel biru adalah netral padahal sobat aliri arus fasa, alat elektronik 220 V bisa meledak seketika karena menerima tegangan 380 V.

Pengertian dan Kalkulator Voltage Drop dan Kapasitas Breaker

Penurunan tegangan adalah berkurangnya tegangan listrik yang terjadi di sepanjang kabel penghantar.

Semakin jauh jarak kabel dan semakin besar arus yang lewat, maka tegangan di ujung kabel akan semakin kecil atau melemah.

Sedangkan kapasitas breaker adalah ukuran breaker (MCB / MCCB) yang bertugas untuk memutus arus jika terjadi kelebihan beban atau korsleting.

Rumus Voltage Drop

TECHNICAL FORMULA
Voltage Drop (1 Phase – 220V)
Vd = 2 x L x I x ρ / A
Voltage Drop (3 Phase – 380V)
Vd = √3 x L x I x ρ / A
Breaker Sizing (In)
Ibreaker1.25 x Ibeban
Keterangan Variabel
Vd : Jatuh Tegangan (Volt)
A : Luas Penampang Kabel (mm²)
L : Panjang Kabel (Meter)
I : Arus Beban (Ampere)
ρ : Tahanan Jenis Tembaga (0.0175 Ω.mm²/m)
Property of EngPocket Technical Resource

Kalkulator Voltage Drop dan Pemilihan MCB / MCCB

⚡ Hitung Drop Voltage & MCB
Drop Tegangan (V): 0 V
Persentase Drop (%): 0%
Status Kabel:

Saran Ukuran MCB/MCCB: … Ampere
*Safety Factor MCB: 125% dari beban (In)

Tinggalkan komentar