Cara Menghitung Volume Pondasi Batu Kali
Sobat engpocket pernah gak seperti saya, pada saat mau bangun sebuah rumah, bingung menghitung pondasi? Meskipun kita sudah pakai jasa borongan atau kontraktor terpercaya, tetap saja menurut saya kita harus tahu hitungan diatas kertasnya, agar tidak dibohongi atau bisa jadi dasar pertimbangan bahan dan negosiasi harga.
Kalkulator RAB Pasangan Batu Kali
Kalkulator ini tinggal pakai bagi sobat yang mau tau cara hitung volume pondasi batu kali tanpa rumus.
🏗️ Kalkulator Pondasi Batu Kali & RAB
Karena pernah mengalami hal itu, saya tidak mau sobat engpocket mengalami hal yang sama, maka saya ciptakan kalkulator dan buat post cara menghitung volume pondasi batu kali ini.
Apa itu Pondasi Batu Kali?
Pondasi batu kali adalah pondasi yang dibuat dari susunan batu alam. Biasanya dibentuk seperti trapesium. Kelebihannya ekonomis dan bisa meredam getaran karena massanya berat. Tapi kekurangannya yaitu tidak cocok untuk bangunan bertingkat, karena ini tidak terlalu mengikat sampai atas, lalu bobotnya yang berat menyebabkan pondasi ini gak bisa dipakai di tanah yang lunak.\
Kalau saya pribadi sebenarnya lebih suka cakar ayam ya sobat.

Tabel Pasangan Batu Kali Per 1 m³ (SNI)
| Material | Koefisien | Satuan |
|---|---|---|
| Batu Belah 15/20 cm | 1,2 | m³ |
| Semen Portland | 136 | kg |
| Pasir Pasang | 0,544 | m³ |
Rumus Cara Menghitung Volume Pondasi Batu Kali
Selain rumus cara menghitung volume pondasi batu kali, saya juga akan memberikan rumus menghitung materialnya agar sobat tahu lebih detail.
Rumus Volume Pondasi (Trapesium):
Volume = (Lebar atas + Lebar bawah) ÷ 2 x Tinggi x Panjang
Rumus kebutuhan material (standar SNI 2835:2008) untuk membuat 1 m³ pasangan batu kali (campuran 1:5), dibutuhkan koefisien berikut:
Batu belah = 1,2 m³
Semen 136 kg
Pasir pasang = 0,544 m³
Contoh kasus
Saya ingin membangun pondasi rumah 1 lantai sepanjang 40 meter. Spesifikasi pondasi yang saya inginkan adalah bentuk trapesium dengan lebar atas 0,3 meter, lebar bawah 0,6 meter, dan tinggi 0,8 meter. Saya ingin menggunakan campuran adukan 1 Semen : 5 Pasir.
Dengan asumsi harga borongan adalah Rp. 450.000 ribu / m³ untuk material + upah.
Langkah pertama yaitu menghitung volume pondasi
Volume = (Lebar atas + Lebar bawah) ÷ 2 x Tinggi x Panjang
Volume = (0,3 + 0,6) ÷ 2 x 0,8 x 40
Volume = 14,4 m³ —-> ini adalah volume pondasi batu kali untuk rumah saya.
Langkah kedua yaitu menghitung kebutuhan material SNI 1:5 yang akan dipakai untuk membuat pondasinya
Batu belah = 1,2 x 14,4 = 17,28 m³
Semen 136 kg x 14,4 = 1958,4 kg , Jika 1 sak semen isinya 40 kg, maka saya harus membeli 49 sak semen.
Pasir pasang = 0,544 x 14,4 = 7,83 m³
Nah sebenarnya, untuk cara menghitung volume pondasi batu kali sudah cukup sampai sini sobat, tapi dibawah saya tambahkan langkah 3, jika sobat memakai jasa borongan atau kontraktor yang sudah include material dan jasa.
Langkah ketiga yaitu menghitung RAB pasangan batu kalinya
Total biaya = 14,4 m³ x Rp. 450.000 = Rp. 6.480.000
Harga 450.000 / m³ ini bisa sobat engpocket rubah ya, tergantung dari harga pemborong atau kontraktor dari pilihan sobat engineer.
Aanstamping
Satu bagian yang sering terlewatkan saat aplikator melakukan cara menghitung volume pondasi batu kali adalah kesadaran adanya lapisan aanstamping atau urugan batu kosong di bagian paling bawah.
Lapisan ini biasanya setebal 10 cm hingga 20 cm dan seringkali tidak masuk dalam hitungan trapesium utama. Padahal batu yang dibutuhkan cukup banyak untuk menjaga kestabilan pondasi dari pergeseran tanah.
Selain itu, ketelitian dalam cara menghitung volume pondasi batu kali sangat membantu sobat saat mengecek nota pembelian material dari supplier atau distributor. Jangan sampai sobat memesan batu tanpa spare dengan volume hitungan asli.
Padahal dibutuhkan spare sekitar 5 sampai 10 persen. Ingat, batu kali seringkali pecah saat diturunkan dari truk, dan pasir pasang bisa hanyut jika hujan turun sebelum sempat diaduk. Menghitung dengan baik ditambah dengan spare yang presisi adalah cara terbaik jika ingin kerja tanpa hambatan.