Exhaust Fan Dapur Dinding vs Plafon: Cara Hitung Ukuran (Kecil/Besar) & Solusi Tanpa Cerobong

Exhaust Fan Dapur Dinding VS Exhaust Fan Dapur Cerobong

Sobat engpocket ada yang tembok dapurnya rusak atau bergelembung karena terlalu panas? Dapur lama saya juga begitu. Solusi awal pastinya temboknya diberi keramik. Tapi selain itu, hawa panasnya kan tetap aja terkurung di dapur. Nah solusinya kita harus pasang exhaust fan.

Kalkulator Kebutuhan Exhaust Fan Dapur Dinding atau Plafon, Kami Bantu Pilih

🍳 Kalkulator Exhaust Dapur

Volume Dapur:


Target Sirkulasi (Air Change):

CMH


Rekomendasi Tipe:

yang jadi dilema adalah exhaust fan dapur dinding atau plafon?

Gambar dibawah ini hanya ilustrasi dari exhaust fan dapur dinding dan ceiling. Tapi yang akan kita bahas disini tanpa cerobong ya sobat.

exhaust fan dapur dinding

Exhaust Fan Itu Apa? Apa Gunanya Untuk Dapur?

Untuk sobat engpocket yang belum tahu, exhaust fan adalah kipas yang berfungsi untuk menyedot dan membuang udara. Udara apa saja yang dibuang? Jawabannya adalah udara kotor, udara panas, udara lembab.

Apa Gunanya Exhaust Fan Dapur?

Gunanya untuk membuang udara panas yang terperangkap dari uap dan asap, lalu minyak juga ikut terbuang. Ini akan membuat dapur sobat engpocket lebih nyaman juga untuk aktivitas memasak kalian.

Pertimbangan dalam memilih exhaust fan dapur

Yang harus sobat engpocket pertimbangkan untuk memilih exhaust fan dapur adalah aktivitas memasaknya pasti. Berikut listnya, ini juga ada di logika kalkulator yang saya ciptakan diatas.

Dapur Rumah (Seringnya rebus kukus saja) -> Menggunakan standar ACH 15.

Dapur Rumah (Sering pakai goreng dan nyambal yang bikin mata pedas) -> Menggunakan standar ACH 20.

Dapur rumah makan kecil -> Menggunakan standar ACH 35.

Dapur restoran besar yang banyak wok dll -> Menggunakan standar ACH 50, karena pasti sangat ngebul.

Yang kedua tentunya ukuran dapurnya. Panjang x lebar x tinggi.

Oh iya, sobat mungkin bertanya, ACh itu apa ya?
Artinya air change per hour. ACH 15 artinya dalam 1 jam, udara ganti 15 x, ACH 50 artinya dalam 1 jam udara ganti 50 kali.

Mudah bukan? Ini bahkan tidak perlu pakai hood lagi. Hood pasti lebih mahal belinya.

Sekarang tentukan pilihan kalian. Gunakan kalkulator exhaust fan dapur yang saya ciptakan khusus untuk anda.

Tips Pemasangan Agar Hasilnya Maksimal

Idealnya, exhaust fan dapur dinding dipasang pada area yang paling dekat dengan sumber asap (kompor), tetapi jangan tepat di atas nyala api. Kenapa?

Karena jika terlalu rendah, lemak panas akan langsung menempel pada bilah kipas dan membuatnya cepat rusak atau bahkan berisiko terbakar. Karena dengan adanya banyak lemak menempel di bilah kipas, lama kelamaan, kerja kipas akan berat.

Jarak yang paling aman adalah sekitar 60 cm sampai 90 cm dari permukaan kompor. Selain itu, pastikan juga sobat memiliki jalur udara masuk atau makeup air.

Jika sobat menyedot udara keluar tapi pintu dan jendela yang kondisinya ditutup rapat, kipas akan bekerja sangat berat (vakum) dan sirkulasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, pastikan ada celah udara dari arah yang berlawanan agar aliran udara kotor bisa terdorong keluar dengan mulus.

Kenapa Pilih Dinding Daripada Cerobong atau Kitchen Hood?

Memang, tipe cerobong atau cooker hood terlihat lebih mewah.

Tapi jujur saja, untuk sobat yang punya budget terbatas atau tinggal di rumah yang tidak memungkinkan pemasangan pipa ductway ke atap, exhaust fan dapur dinding adalah pahlawan tanpa tanda jasa, solusi ekonomis, dan tentunya penyelesaian alternatif paling memungkinkan.

Harganya jauh lebih terjangkau, pemasangannya pun jauh lebih simpel, cukup lubangi dinding, pasang, dan beres! Meskipun memang perawatannya agak sulit karena sebenarnya tidak benar benar peruntukannya untuk yang berminyak minyak.

Secara keseluruhan, cara ini tetap layak dicoba.

Tinggalkan komentar