Kalkulator ukuran boiler (pemanas)
Halo teman-teman engpocket, sebagai insinyur atau bukan, memilih ukuran boiler yang tepat sangat penting untuk kenyamanan rumah dan efisiensi energi. Jika boiler kita terlalu kecil, rumah kita tidak akan pernah mencapai suhu yang tepat selama musim dingin untuk membuat kita nyaman dari cuaca dingin. Jika terlalu besar akan sering hidup dan mati, membuat kita membuang bahan bakar. Kalkulator ukuran boiler ini membantu kita memperkirakan kapasitas pemanasan yang diperlukan (dalam BTU) berdasarkan dimensi rumah dan zona iklim kita.
Kalkulator Ukuran Boiler
Estimasi kebutuhan pemanas dalam BTU & kW
Memahami Ukuran Boiler (BTU)

Selagi kalian menggunakan kalkulator ukuran boiler, izinkan kami menjelaskan tentang ukuran boiler. Kapasitas boiler diukur dalam BTU (British Thermal Units). BTU mewakili jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu pon air sebesar satu derajat fahrenheit. Untuk menentukan ukuran boiler yang kita butuhkan, kita harus menghitung total kehilangan panas bangunan kita.
Rumus ukuran boiler
Kalkulator ukuran boiler kami menggunakan rumus pemanasan dasar
Menghitung ukuran boiler
Berikut adalah beberapa contoh penghitungan ukuran boiler dalam skenario yang berbeda:
Contoh pertama: Rumah di area iklim dingin
Ukuran boiler untuk rumah adalah 125.000 BTU
Contoh kedua: Apartemen di area iklim sedang
Ukuran boiler untuk apartemen adalah 42.000 BTU
Bagan / tabel ukuran boiler
Berikut adalah bagan ukuran boiler untuk melengkapikalkulator ukuran boiler engpocket
| Luas Rumah (m²) | Iklim Sedang (Rumah Standar) |
Iklim Dingin (Bangunan Tua/Pegunungan) |
|---|---|---|
| 90 m² | 38.700 BTU (11,3 kW) | 53.200 BTU (15,6 kW) |
| 120 m² | 51.600 BTU (15,1 kW) | 71.000 BTU (20,8 kW) |
| 150 m² | 64.500 BTU (18,9 kW) | 88.800 BTU (26 kW) |
| 200 m² | 86.000 BTU (25,2 kW) | 118.400 BTU (34,7 kW) |
| 250 m² | 107.500 BTU (31,5 kW) | 148.000 BTU (43,4 kW) |
| 300 m² | 129.000 BTU (37,8 kW) | 177.600 BTU (52 kW) |
Bukan hanya luas persegi dan iklim, efisiensi (AFUE) adalah variabel tersembunyi yang bisa menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan perhitungan kita.
Input vs output BTU, jangan tertipu
Satu faktor krusial yang sering diabaikan oleh banyak pemilik rumah dan bahkan insinyur adalah perbedaan antara rating input dan output pada boiler. Hasil yang kita dapatkan dari kalkulator di atas adalah panas output yang dibutuhkan untuk rumah kita.
Tapi, nameplate pada boiler sering kali menampilkan input BTU atau berapa banyak bahan bakar yang dibakar.
- Jika kita membeli boiler dengan input 100.000 BTU dan rating efisiensi (AFUE) 85%, secara efektif ia hanya menyalurkan 85.000 BTU panas ke radiator kita.
- Sisa 15%-nya hilang melalui hood atau cerobong asap.
- Tips dari tim engpocket: Selalu cari Net I=B=R Rating atau “Heating Capacity” pada lembar manual book atau teknikal data sheet agar sesuai dengan hasil dari kalkulator kami.
Faktor combi boiler
Jika kita memasang combi boiler (yang menyediakan pemanas ruangan dan air panas instan sekaligus), aturannya sedikit berubah. Sering kali, energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air dingin menjadi panas secara instan untuk mandi (DHW load) jauh lebih tinggi daripada energi yang dibutuhkan hanya untuk menjaga rumah tetap hangat. Karena memanaskan air dingin langsung menjadi air panas membutuhkan energi lebih besar.
Dalam kasus khusus ini, kita harus menentukan ukuran (size) boiler berdasarkan kebutuhan air panas kita, bukan hanya berdasarkan luas persegi rumah. Jika kita menentukan ukurannya hanya berdasarkan luas ruangan, kita mungkin akan mendapatkan rumah yang hangat tetapi air shower yang yang kita gunakan untuk mandi tidak panas, hanya hanya kuku saja!
Meski ukuran boiler ini menggunakan BTU, hal ini sangat berbeda dengan kalkulator AC BTU ke PK yang biasa kalian gunakan pada link postingan ini. Baca juga deskripsinya untuk mengetahui perbedaannya.