Kalkulator diameter kabel
Saya dan tim engpocket pernah keliru menghitung diameter kabel. Dikira kami, sebutan kabel yang dijual oleh supplier adalah diameternya, ternyata itu adalah luas penampangnya. Alhasil, kami tekor membeli kabel tray. Tapi jangan khawatir, ini kami sediakan kalkulator cepatnya untuk digunakan sahabat engpocket di lapangan agar mudah dan tidak salah seperti kami.
📏 Kalkulator Fisik Kabel
Konversi Luas Penampang (mm²) ke Diameter (mm)
Apa itu diameter kabel? Apa bedanya dengan luas penampang kabel?
Pernahkah anda membeli kabel listrik dengan ukuran misalkan kabel listrik 10 mm?, Namun saat diukur menggunakan jangka sorong atau sigmat, diameter kabelnya hanya 3,5 mm. Apakah anda merasa dibohongi oleh penjual? Itu yang dirasakan tim engpocket dulu pas masih jadi kotraktor newbie.
Berikut penjelasannya. Ukuran kabel yang biasa tertulis atau disampaikan seperti contoh kabel 10 mm, kabel 3,5 mm, kabel 1,5 mm, kabel 120 mm, ukuran luas penampang kabel, bukan diameter kabel.
Diameter kabel adalah garis tengah yang jika kita ukur itu dari ujung terluar 1 sisi kabel ke ujung terluar sisi kabel lainnya. Sedangkan luas penampang kabel adalah luas permukaan ujung kabelnya (dalam artian iniberarti kita menghitung luas lingkaran, karena ujung kabel berbentuk lingkaran).
Analogi sederhananya jika anda samakan dengan pipa air, diameter kabel = diameter pipa. Luas penampang kabel = luas lubang pipa beserta ketebalan pipanya.
Karena pada praktiknya, tidak ada satupun penjual ataupun pembeli yang menyebut ukuran kabel dengan ukuran diameternya, melainkan disebut dengan ukuran luas penampang kabelnya, maka bagi pada pengguna atau installer, sering kali harus menghitung sendiri diameter dari kabelnya untuk memastikan seberapa besar jalur kabel, ukuran pipa conduit dan ukuran kabel tray / ladder yang harus disiapkan.
Jika anda bertanya, kenapa yang disebut selalu luas penampang kabel dan bukan diameter kabel? Jawabannya adalah karena dalam hukum fisika, kemampuan menghantarkan arus pada kabel berbanding lurus dengan luas area penampang kabel, bukan diameternya. Logikanya, semakin luas areanya, semakin kecil hambatannya, semakin banyak arus yang bisa lewat, kalau hanya ukur dari diameter, ukurannya hanya pada 1 titik saja.
Analogi sederhananya seperti jalan raya. Bayangkan jalan raya dengan kapasitas jalan ditentukan oleh jumlah lajur (luas jalan) yang tersedia, bukan sekadar seberapa lebar pagar pembatasnya. Jalan yang punya jumlah lajur lebih banyak pasti lebih bebas hambatan dari pada yang lebih sedikit meskipun lebarnya besar.
Rumus untuk menentukan diameter kabel jika diketahui luas penampangnya

d = √4 x A / π
Keterangan:
d = Diameter kabel (mm)
A = Luas Penampang kabel (mm²)
π = Phi 3,14
Rumus cepatnya adalah d = √1,273 x A
Contoh Kasus 1
Saya punya kabel 2,5 mm. Berapa diameter kabelnya?
d = √1,273 x 2,5
d = √3,1825
d = 1,78 mm
Diameter kabelnya adalah 1,78 mm, maka pakai kabel protector kecil saja cukup, tidak perlu conduit.
Contoh Kasus 2
Bagaimana jika ukuran kabel yang saya lebih spesifik jadi kabel NYY 4 x 120 mm. berapa diameter luarnya?
Kabel NYY adalah type kabel serabut. 4 x 120 mm artinya dalam 1 kabel terdapat 4 inti kabel yang masing2 luas penampangnya 120 mm.
Maka cara hitungnya adalah
d = √1,273 x 120
d = √152,76
d = 12,36
Real di lapangan : Karena NYY adalah kabel serabut kaku, maka hampir pasti ada rongga udara didalamnya yang menyebabkan diameternya pasti lebih besar dari 12,36 mm. Untuk amannya, bisa kita asumsikan 13 / 14 mm, namun lebih baik di 14 mm. Jadi saya lebih baik beli tray yang besaran untuk spare.
Jika kabelnya adalah kabel tunggal (kabel solid / non serabut) makan diameternya 12,36 (tidak ada pembesaran diameter seperti kabel serabut).
NOTE: RUMUS DIATAS HANYA BERLAKU UNTUK KABEL TUNGGAL. JADI KABEL 4 X 120 MM BUKAN BERARTI DIAMETERNYA 14 MM X 4.
Dibawah ini ada tabel diameter kabel berdasarkan kabel tunggal dan kabel serabut (jika ditambah dengan rongga udara) untuk catatan saku anda.
Tabel diameter kabel
| Ukuran Kabel (Satuan mm²) | Diameter Solid (Tunggal) sesuai rumus | Diameter Serabut (Stranded) (Estimasi + Rongga Udara) |
|---|---|---|
| 1.5 mm² | 1.38 mm | 1.55 mm |
| 2.5 mm² | 1.78 mm | 2.00 mm |
| 4 mm² | 2.25 mm | 2.55 mm |
| 6 mm² | 2.76 mm | 3.10 mm |
| 10 mm² | 3.57 mm | 4.05 mm |
| 16 mm² | 4.51 mm | 5.10 mm |
| 25 mm² | 5.64 mm | 6.40 mm |
| 35 mm² | 6.68 mm | 7.60 mm |
| 50 mm² | 7.98 mm | 9.00 mm |
| 70 mm² | 9.44 mm | 10.70 mm |
| 95 mm² | 11.00 mm | 12.50 mm |
| 120 mm² | 12.36 mm | 14.00 mm |
| 150 mm² | 13.82 mm | 15.60 mm |
| 185 mm² | 15.35 mm | 17.50 mm |
| 240 mm² | 17.48 mm | 19.90 mm |
| 300 mm² | 19.54 mm | 22.20 mm |
Jika anda ingin menghitung keamanan ukuran kabel berdasarkan voltage drop, silahkan klik link ini.