Tabel Berat Besi Beton Rumus 0,006165

Kalkulator Berat Besi Beton

Selain tabel, kalau dari pengalaman kami, kalkulator berat besi beton ini justru bakalan lebih ampuh dan mudah menyelesaikan masalah kalian karena kalkulator pasti lebih adaptif.

Untuk menghitung skala banyak dan beragam, silahkan gunakan kalkulator dibawah ya sobat. Kalkulatornya sudah menggunakan rumus presisi 0,006165, saya sendiri yang ciptakan kalkulatornya sambil memakai juga untuk hitung bangunan rumah saya.

🏗️ Kalkulator Berat Besi Beton

Hitung berat Polos & Ulir dengan akurasi SNI

Tabel Berat Besi Beton

Tabel berat besi beton dibawah ini bisa kita gunakan untuk melihat secara cepat berat per meter atau berat perbatangnya

🏗️ Tabel Berat Besi Beton (SNI)
Diameter (mm) Berat per Meter (kg/m) Berat per Batang (12m) Jenis di Pasaran
6 mm 0.222 kg 2.66 kg Polos
8 mm 0.395 kg 4.74 kg Polos / Ulir
10 mm 0.617 kg 7.40 kg Polos / Ulir
12 mm 0.888 kg 10.66 kg Polos
13 mm 1.042 kg 12.50 kg Ulir (Pengganti 12mm)
16 mm 1.578 kg 18.94 kg Polos / Ulir
19 mm 2.226 kg 26.71 kg Ulir
22 mm 2.984 kg 35.81 kg Ulir
25 mm 3.853 kg 46.24 kg Ulir
29 mm 5.185 kg 62.22 kg Ulir
32 mm 6.313 kg 75.76 kg Ulir
36 mm 7.990 kg 95.88 kg Ulir

Apa Itu Besi Beton?

Selain disebut besi beton, orang lapangan sering juga menyebutnya dengan besi behel atau besi begel.

Besi beton atau disebut Steel Reinforcement (Rebar) adalah material baja yang digunakan sebagai kerangka penguat pada struktur beton.
Jika diibaratkan tubuh manusia, beton adalah dagingnya, sedangkan besi beton adalah tulangnya. Tanpa tulang, tubuh tidak akan bisa berdiri tegak. Begitu juga dengan bangunan.

Beton sendiri sebenarnya sangat kuat menahan beban, tapi rawan terhadap umur dan mudah retak jika ditarik atau digoyang.

Di sinilah fungsi besi beton, untuk menahan gaya tarik agar beton tidak patah atau runtuh saat terjadi guncangan seperti gempa atau pergeseran tanah atau getaran tanah, mencegah retak, dan mengikat material.

2 Jenis Besi Beton

Tabel Berat Besi Beton

Mengenal Jenis Besi Beton: Polos vs Ulir
A Besi Beton Polos
  • Permukaan Licin, mulus, dan penampangnya bundar sempurna.
  • Kode Lambang Biasanya dilambangkan dengan kode Ø atau P (Polos).
  • Karakteristik Fisik Lebih lentur dan lebih mudah dibentuk. Namun, daya cengkeramnya ke beton kurang maksimal karena permukaannya yang mulus.
  • Aplikasi Lapangan Sering digunakan untuk tulangan pendamping, seperti sengkang (cincin) pada kolom, atau untuk bangunan sederhana satu lantai yang tidak membutuhkan struktur berat.
B Besi Beton Ulir
  • Permukaan Memiliki sirip, ulir, atau benjolan yang melingkar secara spiral.
  • Kode Lambang Biasanya dilambangkan dengan kode D (Deformed) atau S (Sirip).
  • Karakteristik Fisik Strukturnya kaku, keras, dan kasar. Ulirnya berfungsi untuk mengunci sesama besi beton dan mencengkeram beton dengan sangat kuat.
  • Aplikasi Lapangan Wajib digunakan pada bangunan dan struktur berskala besar yang memikul beban berat, seperti jembatan, gedung bertingkat, dan fondasi cakar ayam.

Standar Penggunaan yang Umum

Besi beton kecil (6mm – 8mm): Biasanya untuk sengkang, cincin/behel.

Besi beton sedang (10mm – 12mm): Untuk rumah tinggal standar 1-2 lantai.

Besi beton besar (13mm – 32mm): Untuk gedung bertingkat, ruko, dan proyek infrastruktur.

Sering Digunakan Untuk Apa Saja Teman Kita Si Behel Ini?

🏢 Anatomi Struktur Beton Bangunan
Memahami istilah struktur bangunan dari posisi paling bawah (dalam tanah) hingga posisi paling atas.
1
Fondasi Cakar Ayam (Footing)
Fondasi tapak beton bertulang yang tertanam di dalam tanah. Sering digunakan sebagai penopang utama untuk bangunan bertingkat, berfungsi menggantikan atau memperkuat fondasi batu kali.
2
Sloof (Tie Beam)
Balok beton mendatar yang menyandar tepat di atas fondasi. Fungsinya untuk meratakan beban dan mengikat bagian bawah dinding agar tidak mudah retak atau bergeser.
3
Kolom (Tiang Utama)
Tiang beton tegak lurus yang berfungsi sebagai “tulang punggung” bangunan. Tugas utamanya menyangga beban dari atap atau lantai di atasnya lalu menyalurkannya ke fondasi.
4
Balok (Beam / Ring Balk)
Struktur beton melintang yang menopang pelat lantai atau atap. Sering juga dipasang di atas bukaan pintu/jendela untuk mengikat antar kolom agar struktur bangunan kaku secara horizontal.
5
Pelat Lantai (Dak Beton)
Lembaran lantai beton bertulang datar yang membentang di atas balok. Berfungsi sebagai pijakan untuk lantai 2 dan seterusnya, atau digunakan sebagai atap datar (dak).

Rumus Berat Besi Beton

🧮 Rumus Cepat Berat Besi Beton
Untuk menghitung berat besi beton secara manual di lapangan, salah satu konstanta “angka ajaib” yang harus Anda hafalkan adalah 0,006165.
Berat (kg) = 0,006165 × d² × L
Keterangan Variabel:
  • d Diameter besi beton dalam satuan milimeter (mm).
  • L Panjang besi beton dalam satuan meter (m).
  • 0,006165 Konstanta berat jenis baja per milimeter hasil penyederhanaan rumus volume silinder.

Contoh Kasus

🏗️ Studi Kasus: Menghitung Kebutuhan Besi Beton
Saya ingin menghitung berat 10 batang besi beton ulir diameter 13 mm dengan panjang standar 12 meter per batang. Berapa berat totalnya?
Langkah 1 Hitung Berat Per Batang Dulu
Berat per batang = 0,006165 × d² × L
Berat per batang = 0,006165 × 13² × 12
Berat per batang = 12,50 kg
✅ Cross-check dengan Tabel SNI: Coba cocokkan dengan tabel berat besi beton di atas postingan ini. Pada tabel tersebut, berat 1 batang behel 13 mm adalah 12,50 kg. Karena hasilnya sama persis dengan yang tertera pada tabel, maka hasil perhitungan kita sudah benar.

Tabel berat besi beton juga bisa digunakan untuk double cross-check hasil perhitungan manual atau kalkulator yang kami sajikan.
Langkah 2 Hitung Berat Total
Berat total = Berat per batang × 10 batang
Berat total = 12,50 × 10
Berat total = 125 kg
Maka berat total besi behel atau besi beton yang saya gunakan adalah 125 kg. Berat ya, Sobat! 👷‍♂️

Dari Mana Asal Angka Konstanta 0,006165

🔍 Bedah Rumus: Asal Usul Angka 0,006165
Saya yakin Sobat EngPocket bertanya-tanya hal ini di dalam benak kalian. Angka 0,006165 itu bukan angka sembarang yang turun dari langit, melainkan berasal dari penjabaran rumus dasar volume silinder (tabung) yang dikalikan dengan berat jenis material baja.
⚙️ Penjabaran Logika Matematika
Rumus Dasar Berat: Berat = Volume × Berat Jenis Baja (7.850 kg/m³)
Substitusi Volume Tabung: Berat = (¼ × π × d² × L) × 7.850
Konversi Satuan (mm² ke m²): Konstanta = (¼ × 3,14 × 7.850) ÷ 1.000.000
Konstanta = 0,006165
💡 Catatan: Pembagi 1.000.000 digunakan karena kita memasukkan nilai diameter (d) dalam milimeter kuadrat (mm²), dan harus diubah menjadi meter kuadrat (m²) agar setara dengan satuan berat jenis bajanya.

Tinggalkan komentar